Pendulang Rezeki di HARI RAYA IDUL ADHA 1447 H / 10 Dzulhijjah 1447
Lombok Barat | Hari ini Rabu,10 Dzulhijjah 1447 bertepatan dengan tanggal 27 Mei 2026 seluruh umat islam sedunia merayakan idul adha dengan penuh suka cita. Begitu juga yang dirasakan oleh warga masyrakat Puncang sari Barat. Semenjak pukul 6.30 warga berbondong-bondong datng ke Masjid Usisa Al-attaqwa yang terletak di di dusun Puncangsari Barat guna melaksanakan shalat idul adha. Setelah melaksanakn shalat Idul Adha dan bersalam salaman warga segera kembali ke rumah masing-masing untuk menikmati hidangan khusuh Lebaran idil adha yang telah disiapkan keluarga masing-masing.
Kurang lebih 2 jam berselang Penguman terdengar dari Toa di Masjid bahwa Warga di harap agar segera datang ke rumah salah satu tokoh masyarakat untuk mengambil daging kurban. Dengan Wajah Sumringah dan tidak membuang-buang waktu warga pun sudah berkumpul untuk mengambil jatah daging kurban. “Alhamdulillah ya, hari ini kita bisa makan daging kurban” celetuk salah satu warga yang kelihatan sudah berumur. “Ntar aku mau buat Rawon “ celetuk warga yang lainnya. “Kalau aku sih mau buat sate” kata ibu-ibu di sebelahnya.
Menurut Kepala Dusun Puncangsari Barat Mas Ferdi tahun ini jumlah hewan kurban di Dusun Puncangsari Barat berjumlah 3 ekor sapid dan 2 ekor kambing. Semua hewan kurban tahun ini berasal dari warga setempat. Ada yang bekurban atas nama keluarganya dan ada juga yang berkurban dengan cara patungan dengan beberapa warga. “Alhamdulillah tahun ini hampir semua warga bisa mendapat jatah daging kurban” jelasnya
Dari sekian banyak warga yang datang ke tempat itu, ada salah satu warga yang justeru bergegas pergi meninggalkan tempat. Ternyata dia adaalah Pak Sumayadi orang yang berprofesi sebagai tukang sembelih daging Kurban.

Saya pun tertarik untuk menyapa Pak Sumadi dan sempat mengobrol denga beliau. Menurut bapak yang kerap dipanggil Pak Adet itu ternyata dia sudah belasan tahun menjalani profesi sebagai tukang semblih hewan kurban (sapi dan kambing). “Sebenarnya profesi ini adalah pekerjaan sampingan yang diturunkan oleh ayah saya” katanya. “ Profesi tetap saya adalah Peternak Sapi dan kerap melakukan teransaksi jual beli sapi terutama di musim idul adha” sambung pak Adet
Dalam sehari peria berusia 48 tahun ini bisanya sanggup menyembelih hingga 10 sapi dalam sehari kalaau di lakukan di satu tempat. Tapi kalo di tempat yang berbeda-beda maximal dia bisa menyembelih 5 sapi. Pak Adet ternyata tida bekerja sendiri dia bekerja bersama teamnya yang kebetulan terdiri dari saudara-saudaranya sendiri. Pak Adet sendiri bertugas sebagai tukang sembelih sedangkan untuk memotong daging hingga pemaketan daging kurban dia melakukannya bersama dua anggotanya.
Pak Adet mengaku, kadang-kadang dia hanya dibayar untuk menyemblelih dan menguliti saja sedangkan untuk pemotongan daging hingga pemaketan kadang dikerjakan secara bergotong royong oleh warga setempat seperti yang dilakukan di Pusun Puncangsari Barat. Ongkos penyemblihan dan menguliti bervariasi antara 300 sd 500 ribu tergantung kemampuan orang-orang yang berkurban. Sementara kalau “jasa paketan” mulai dari Penyembelihan, pemotongan hingga pemaketan Pak Adet mengaku dibayar antara 700 ribu sd satu juta per sapi.
Ada perosesi dan terik khusus yang selalu dilakukan. Sebelum peroses pemotongan, Pak Adet selalu memandikan hewan kurban terlebih dahulu sambil mengelus dan memijat ringan tubuh hewan kurban. Lebih lanjut Pak Adet menjelaskan perosesi ini brtujuan untuk melancarkan peredaran darah hewan kurban saat disembelih dan hal ini akan menghasilkan daging yang bersih, kering dan dan tidak berair karena semua darah sudah mengalir keluar denga lancar dan lebih cepat.
(Ayu Asri)

