Air Terjun Tiu Kelep, Surga di Kaki Gunung Rinjani

Panorama air terjun Tiu Kelep yang menurut komentar para wisatawan, bagaikan surga tersembunyi di bawah kaki Gunung Rinjani.

BERKUNJUNG ke air terjun Sindang Gile, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, tidak lengkap rasanya kalau belum berkunjung juga ke air terjun Tiu Kelep. Kedua air terjun ini memang masih dalam satu kawasan, dan hanya berjarak sekitar 30 menit perjalanan kaki saja.

Dari berbagai komentar para wisatawan yang pernah datang, dan tertuang dalam buku catatan pengunjung. Air terjun Tiu Kelep ini diibaratkan sebagai surga tersembunyi dibawah kaki Gunung Rinjani.

Kesan yang ditulis para wisatawan itu mungkin ada benarnya. Bagaimana tidak, untuk melihat keindahan air terjun Tiu Kelep tersebut, pengunjung harus rela menempuh jalan setapak yang lumayan terjal, melewati jembatan air melintang di atas sungai, semak belukar di hutan, dan juga sungai berarus deras.

Namun begitu sampai di lokasi air terjun, dijamin semua penat yang dirasakan tubuh akan terbayar lunas oleh pemandangan air terjun Tiu Kelep yang memang sangat indah dan menakjubkan.

Apalagi ketika berendam dibawah air terjun, dinginnya air terjun dua tingkat dengan ketinggian sekitar 45 meter yang tercurah menerpa badan, rasanya seperti sedang menjalani terapi pengobatan yang membuat perasaan menjadi lega, nyaman, sekaligus gembira.

Untuk mencapai lokasi air terjun Tiu Kelep yang terletak di Dusun Batu Koq, Desa Senaru, dengan kendaraan roda dua (sepeda motor) atau kendaraan roda empat (mobil), dari Kota Mataram bisa ditempuh sekitar 3 jam perjalanan, berjarak sekitar 99 kilometer.

Selama perjalanan, pengunjung akan mendapatkan pengalaman khas pedesaan, dan dimanjakan oleh aneka pemandangan indah. Mulai dari hutan Pusuk yang sejuk, dengan udara yang menyegarkan, serta penuh gerombolan monyet-monyet lucu dan jinak.

Ketika pengunjung sedang istirahat, dengan ramahnya monyet-monyet itu akan segera menghampiri. Tapi hati-hati dengan barang yang di bawa, lengah sedikit saja, maka barang, atau makanan milik pengunjung akan segera berpindah tangan di monyet yang lucu tersebut, dan mereka akan menikmati barang jarahan itu setelah berada di kejauhan.

Setelah melewati hutan Pusuk, pemandangan sawah hijau yang bertingkat-tingkat (teras siring), dimana masing-masing sawah terlihat aktifitas para petani yang sedang menggarap lahannya, atau sedang istirahat di Berugak (bangunan tradisional Lombok berbentuk segi empat, beratap dan tanpa dinding) sambil menyeruput kopi dan makan kue. Sungguh suasana khas pedesaan yang menakjubkan.

Pemandangan itu akan terus dijumpai sepanjang perjalanan hingga sampai Desa Senaru, yang terletak di bawah kaki Gunung Rinjani (3726 meter). Pintu masuk air terjun Sindang Gile dan air terjun Tiu Kelep ini berada di Dusun Batu Koq.

Di depan pintu masuk (loket), air terjun Sindang Gile sudah terlihat, dan suara gemuruh ribuan kubik air yang jatuh dari ketinggian sekitar 30 meter itu juga terdengar dahsyat, seakan memanggil para pengunjung untuk segera turun ke lokasi.

Harga tiket masuk untuk kedua air terjun ini, seorang pengunjung akan dikenakan biaya Rp.5000. Kalau hendak menggunakan jasa guide, maka tariff kalau pergi ke air terjun Sindang Gile adalah Rp.30.000, sedangkan kalau berlanjut sampai ke air terjun Tiu Kelep, ditambah lagi sebesar Rp.30.000.

Jarak antara pintu masuk (loket) menuju lokasi air terjun Sindang Gile sekitar 15 menit perjalanan turun melalui tangga-tangga beton. Kalau lapar, atau kehausan, jangan khawatir, di tempat ini banyak penjual aneka makanan dan minuman.

Namun kalau pengunjung hendak pergi ke air terjun Tiu Kelep lebih dahulu, sekitar 15 meter sebelum sampai di air terjun Sindang Gile, belok ke arah kanan melalui jalan setapak. Ujung jalan setapak ini akan dijumpai tangga, naik ke atas jembatan air, dan pengunjung diharapkan berhati-hati ketika melangkah, karena berada di atas ketinggian.

Berikutnya menyusuri jalan setapak di pinggir saluran air, masuk hutan sebentar, untuk kemudian sampai di sungai berarus lumayan deras yang merupakan aliran dari air terjun Tiu Kelep. Setelah menyusuri pinggiran sungai sekitar 10 menit, maka…wow…air terjun dua tingkat. Tingkat atas dengan tinggi sekitar 45 meter, airnya  terlihat langsung turun dan menghunjam kolam air alami yang ada di bawahnya. Sementara di bawahnya, tingkat kedua dengan ketinggian sekitar 30 meter, air terjun terlihat lebih lebar, sehingga seperti tirai berwarna putih.

Besarnya air yang jatuh menimpa kolam alami yang ada di bawahnya, membuat uap air yang ditimbulkan seperti bentangan kabut yang menyelimuti air terjun tersebut. Berdiri dengan jarak sekitar 30 meter dari air terjun, dinginnya uap air sudah bisa dirasakan langsung menerpa wajah.

Menikmati udara yang sejuk dan segar, jauh dari keramaian, ditambah dinginnya air terjun Tiu Kelep ketika berendam atau berenang di kolam alami yang ada di bawahnya, waktu terasa berputar cepat sekali. Tiba-tiba saja matahari sudah tidak terlihat lagi.

Namun jangan khawatir, Dusun Batu Koq yang juga merupakan pintu pendakian ke Gunung Rinjani ini banyak terdapat penginapan, atau home stay, bahkan restaurant, yang siap 24 jam melayani para wisatawan. Anda tertarik…mengapa tidak segera packing barang, dan berkunjung ke air terjun Tiu Kelep? Jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan momen-momen indah anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *