Rangkaian Acara Senggigi Festival 2026 Diharapkan Bisa Mengembalikan Senggigi Sebagai” The soul of Lombok”

Suasana Festival Senggigi

Pekan Kesenian Senggigi resmi dibuka di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, Sabtu (27/06/2026). Pekan Kesenian Senggi ini merupakan rangkaian dari Festival Senggigi 2026 yang sebelumnya sudah dilaunching oleh Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini ( 21/06/2026).

Rangkaian kegiatan Festival  Senggigi  2026 yang mengusung tema The Soul of Lombok akan dilaksanakan secara rutin setiap weekend selama 3 bulan ke depan . Festival Senggigi diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Senggigi sebagai salah satu destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat.

Kadisparekrafpora Agus Gunawan (tengah) bersama para tamu

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Lobar, Agus Gunawan menjelaskan bahwa dengan mengadakan kegiatan rutin seperti ini selama 3 bulan ke depan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Senggigi.

Sebagai jantung pariwisata Lombok Barat Senggigi harus tetap eksis , karena itu Pemerintah terus berupaya menghadirkan atraksi baru agar kawasan tersebut tetap mampu bersaing di tengah berkembangnya berbagai destinasi wisata baru.

‎ “Pekan Kesenia Senggigi ini akan menampilkan atraksi seni, budaya, olahraga  dan hiburan dari seluruh kecamatan yang ada di Lombok Barat. Pada minggu pertama  kesempatan telah diberikan kepada kecamatan Batu Layar. Sedangkan pada  minggu kedua  (04/07/2026) ini di berikan kepada kecamatan Gunungsari.

Penampilan seni dan budaya dari para talent kecamatan Gunungsari sangat memukau semua mata penonton yang memadati Amphiteater Pasar Seni Senggigi  mulai sabtu sore hingga pukul 22.00. Atraksi seni  budaya dan olahraga yang ditampilkan oleh kecamatan Gunungsari seolah menghipnotis penonton untu tidak beranjak dari tempatnya hingga acara selesai.  Atraksi seni dan budaya yang ditampilkan antarlain tari Manok Nyebok, Tari Merak dan tari Bolliwood yang dipersembahkan oleh Gunungsari TV. Atraksi – atraksi yang ditampilkan tidak hanya memukau Wisatawan Lokal tapi juga Wisatawan Mancanegara yang seperti terhipnotis hingga ikut bergoyang sampai akhir acara.

Pertunjukan musik Genggong
Denis (baju hijau) bersama keluarga dan teman- temannya

“Saya suka sekali menonton acara ini.  Minggu kamren saya sudah datang bersama keluarga dan sekarang saya datang membawa teman-teman juga. Karena saya berlibur di sini selama 30 hari, Minggu depan saya juga akan  datang lagi dan membawa lebih banyak teman untuk nonton bersama.” ungkap Denis salah satu tourist dari Eropa  yang mengaku suka sekali sama Lombok hingga rela bolak balik berlibur ke Lombok sebanyak 5 kali dari tahun 2016.

Dari semua atraksi yang ditampilkan yang paling unik adalah penampilan oleh grup seni Genggong dari Desa Gelangsar. Genggong adalah kesenian musik tradisional khas Lombok yang menggunakan alat musik getar berbahan pelepah enau (aren) atau bambu.  Getaran bilah yang ditempel di bibir dan ditarik talinya menghasilkan suara yang unik dan enak didengar. Pada jaman dahulu, alat musik ini dimainkan oleh para  petani untuk hiburan disela-sela kesibukan mereka menggarap sawah. Saat ini alat musik ini sudah sangat jarang ditemui.

Suhad, perangkat desa yang sekaligus menjadi koordinator seni genggong ini berharap agar kesenian ini bisa tetap dilestarikan sehingga masih bisa dinikmati oleh generasi muda sekarang dan generasi – generasi selanjutnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada penyelenggara Festifal Senggigi yang telah memberiakan kami kesempatan untuk menampilkan kesenian ini. Semoga ke depannya lebih banyak lagi kesempatan-kesempatan yang diberikan agar kesenian tetap lestari.” ujarnya

Hal senada juga  diungkapkan oleh Camat Gunungsari Ns. H. Zulkifli, S.Kep., MM. “Kami sangat senang dan bangga bisa diberikan kepercayaan dan kesempatan menampilkan talent-talent kebanggaan kami dalam perayaan Festival Senggigi 2026 ini. Harapan kami, semoga  Senggigi sebagai jantung pariwista kabupaten Lombok Barat tetap bisa menunjukkan detaknya dan tidak kalah oleh destinasi-destinasi lainnya.” ungkapanya penuh semangat.

Sementara itu, Sahnun Ayiitna Dewi dari Ratu Lombok Property  mengharapkan agar acara-acara atau program semacam ini agar terus dilaksanakan secara kontinyu, bukan hanya pada saat- saat tertentu saja.

” Harapan kami sebagai pengusaha, agar event pertunjukan atau atraksi seni dan budaya ini agar dilaksanakan secara terus menerus selama satu tahun penuh dengan agenda yang berbeda-beda (dengan sajian pertunjukkan yang berkarakter dan bermutu) agar visitor punya alasan kuat atau ketertarikan untuk berkunjung ke Lombok Barat, khususnya Sengggi, Sekotong dan tempat wisata lainnnya. Kami juga berharap adanya koordinasi dan kolaborasi yang lebih intens antara pemerintah daerah dengan pengusaha pariwisata maupun pengusaha properti agar bukan hanya visitor yang tertarik datang tapi juga bagaimana kita juga bisa mengundang investor untuk berinvestasi di Lombok Barat”ungkap    perempuan enerjik yang kerap di sapa Nunung itu.

Sampai jumpa lagi minggu depan bersama  berbagai  atraksi yang lebih menarik !!!

(Ayu Asri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *