“Bale Kita” Rumah Bagi Seluruh Perajin dan Pelaku UMKM NTB

Bale Kita yang berarti Rumah Kita adalah rumah bagi seluruh perajin dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Bale Kita mengusung filosofi “KITA” yaitu Kreatif, Inovatif, Terbuka, dan Autentik, sebagai identitas baru pengembangan UMKM di Nusa Tenggara Barat.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB bersama Dekranasda NTB berhasil menyempurnakan konsep NTB Mall menjadi Bale Kita. Bale Kita bukan sekadar pergantian nama dari NTB Mall, tetapi merupakan transformasi menuju tata kelola yang lebih profesional dengan konsep yang lebih berpihak kepada pelaku UMKM.

Kadisperidag NTB, H.Lalu Wiranata

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, mengatakan Bale Kita merupakan rumah bersama bagi pelaku UMKM dari Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa. Melalui Bale Kita, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat, profesional, dan berdaya saing. Dengan mengedepankan produk autentik, sistem kurasi yang objektif, pendampingan usaha, serta perluasan akses pasar melalui galeri fisik dan platform digital. Bale Kita diharapkan menjadi rumah besar bagi kreativitas para perajin sekaligus mengantarkan produk-produk unggulan Nusa Tenggara Barat menembus pasar nasional hingga pasar internasional.
“Bale Kita menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat ekosistem UMKM, tidak hanya sebagai ruang promosi, tetapi juga sebagai pusat kurasi, pengembangan kualitas produk, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta perluasan akses pasar bagi UMKM dari seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat.” jelasnya

H. Lalu Wiranata juga mengungkapkan komitmen Bale Kita untuk terus menghadirkan produk-produk autentik hasil karya para perajin NTB. Seluruh produk yang dipasarkan dipastikan merupakan hasil kerajinan asli yang lahir dari kreativitas masyarakat, tanpa menghadirkan produk pabrikan.
“Komitmen tersebut menjadi pembeda utama Bale Kita dibandingkan pusat penjualan produk lainnya. Seluruh produk wajib melalui proses kurasi sehingga kualitas, identitas budaya, nilai artistik, dan keaslian karya para perajin tetap terjaga. Dengan demikian, Bale Kita tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga etalase resmi produk unggulan Nusa Tenggara Barat.” ungkapnya

Bale Kita diharapkan bisa menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi wisata budaya. Karena itu, setiap produk akan dilengkapi narasi mengenai asal-usul, filosofi, bahan baku, hingga proses pembuatannya. Cerita di balik sebuah produk merupakan nilai tambah yang mampu meningkatkan apresiasi sekaligus daya saing produk di pasar.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelola Opersional Balai Kita M. Achiyat Winata bahwa Seluruh produk yang dipasarkan akan melalui proses kurasi yang objektif berdasarkan kualitas. Produk yang belum lolos akuarasi akan kita bina hingga bisa memenuhi standard kualitas dan selanjutnya bisa lolos akurasi. Untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pelaku usaha, Bale Kita juga menerapkan sistem rotasi produk secara berkala, sementara produk yang belum mendapat giliran tampil dan belum lolos kurasi tetap dipasarkan melalui platform digital, termasuk karya warga binaan lembaga pemasyarakatan.

“Bale Kita akan terus diperkuat sebagai pusat pengembangan UMKM melalui fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sertifikasi halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga perluasan jejaring pemasaran. Dekranasda NTB juga telah memperoleh dukungan untuk menjalin kerja sama dengan InJourney dalam penyediaan paket produk UMKM di bandara serta melanjutkan kemitraan dengan jaringan ritel modern seperti Hypermart dan UNIQLO.” Jelas M.Achiyat yang juga merupakan Kepala UPTD Balai Kemasan, Promosi dan Pemasaran Produk Daerah (BKP3D)
M. Achiyat menambahakan bahwa sejak diresmikan oleh Gubernur NTB, H.Lalu Muhammad Iqbal didampingi Ketua Dekranasda NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal pada tanggal 8 Juli 2026 hingga saat ini Bale Kita telah mengakomodir sekitar 300 UMKM dari pulau Lombok dan Sumbawa dengan lebih dari 1000 jenis produk.

Ada pun jenis kerajinan yang dipasarkan di Bale Kita antara lain kain tenun tradisional, kerajinan tangan lokal, aksesori mutiara, hingga produk fashion khas dari perajin asli NTB. Sekitar 30% produk yang dipasarkan di Bale Kita merupakan produk baru dari Lombok dan Sumbawa. Seperti kerepek pelecing kangkung, kerepek ares (kedebong pisang), crispy jantung pisang dan kerupuk kelor dari Lombok. Ada juga kerupuk bebele dan Baso siong dan permen susu kerbau dari Sumbawa. Sedangkan dari Dompu ada kain tenun muna pa’a yang memiliki corak unik 3 dimensi, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Selain galeri fisik, Pemerintah Provinsi NTB juga tengah menyiapkan platform digital Bale Kita agar seluruh produk UMKM yang telah lolos kurasi dapat dipasarkan secara lebih luas. Melalui konsep tersebut, keterbatasan ruang pamer tidak lagi menjadi kendala bagi ratusan pelaku UMKM untuk menjangkau pasar nasional hingga internasional.

(Ayu Asri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *