Persiapan Kongres Internasional I Bahasa Sasak

Erakini.News I Minimnya penggunaan Bahasa Sasak dalam pergaulan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, masyarakat , sekolah hingga lembaga formal maupun non formal di Lombok menimbulkan kekhawatiran di kalangan tokoh masyarakat dan tokoh adat Sasak. Berawal dari kekhawatiran itulah kemudian para tokoh adat dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam “Majelis Adat Sasak” (MAS) yaitu Lembaga Kemasyarakatan yang berfungsi untuk melestarikan, mengembangkan dan melindungi nilai-nilai budaya, adat istiadat serta marwah Suku Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisiatif untuk menyelenggarakan Sangkep (Kongres) Internasional I Bahasa Sasak di Mataram pada tanggal 28 – 30 Oktober 2026. Kongres ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan pandangan dan merumuskan langkah strategis bagi masa depan bahasa Sasak agar tetap bertahan dan bisa diwariskan ke generasi yang akan datang.
Berbagai macam langkah dan persiapan dilakukan selama satu bulan terakhir diantaranya melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah mulai dari Gubernur hingga Bupati serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan dukungan terhadap pelaksanaan Kongres.

Dr. Chae Khairil Anwar

Ketua Panitia Kongres Internasional I Bahasa Sasak, Dr. Khairil Anwar, M.Pd., mengungkapkan bahwa Gubernur dan Bupati sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini.
“Dilatarbelakangi dengan “ kondisi darurat” Bahasa Sasak yang terancam tereleminasi dari lingkungan masyarakat Bumi Sasak itu sendiri , Alhamdullilah Bapak Gubernur NTB sangat mengapresiasi kegiatan ini. Melaui Kongres Internasional I Bahasa Sasak ini kita ingin kembali menguatkan keberadaan Bahasa Sasak untuk bisa digunakan di Lembaga Formal maupun Nonformal.”ungkap Dr. Chae yang juga merupakan akademisi UIN Mataram.

Menurut Dr. Chae, selain koordinasi dengan Gubernur dan Bupati Selombok, MAS juga berkolaborasi dengan semua Perguruan Tinggi negeri dan swasta sepulau Lombok guna menghimpun para pakar, Profesor, Doktor dan Master yang ahli di bidang Bahasa untuk ikut terlibat dalam kongres. Nara sumber juga akan melibatkan peneliti asing Bahasa Sasak,tokoh lintas etnik seperti sasak hindu, sasak budha dan sasak muslim serta tokoh yg punya semangat dan potensi. Kita juga masih menunggu konfirmasi kehadiran menteri kebudayaan dan Komisi IX DPR RI bidang pendidikan dan kebudayaan. Kolaborasi dengan berbagai kalangan sangat penting karena agenda kongres menyangkut masa depan bahasa dan sastra Sasak.

“ Tujuan Kongres ini adalah untuk menghasilkan suatu produk yang bisa menguatkan infrastruktur pemanfaatan dan penggunaan Bahasa Sasak dimulai dari Lembaga-Lembaga Pendidikan. Produk ini akan kita sigkronisasikan berdasarkan keputusan para pakar bahwa buku ajar atau LKS dan kurikulum akan kita sesuaikan dengan paer masing-masing di pulau Lombok. Misalnya penggunaan buku atau LKS di sekolah-sekoal di KLU tentunya akan berbeda dengan di Mataram. Produk yang dihasilakan kita harapkan bisa diperkuat dengan kebijakan berupa Perda atau Pergub sebagai alat legitimasi dalam penyusunan naskah Bahasa Sasak.” ungkapnya.

Dr. Chae juga mengungkapkan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang bersedia mendunkung
demi lancarnya kegiatan Kongres Internasional I Bahasa Sasak ini.

” Tentunya untuk kelancaran kongres ini dibutuhkan dukungan dan support dari kepala daerah, seluruh pemangku kebijakan dan semua lapisan masyarkat sepulau Lombok.Terimakasih kepada Balai Bahasa NTB termasuk peran serta BRIN, Dinas Kebudayaan NTB, Dinas Pendidikan NTB dan stakeholder lain yang mendukung kegiatan tersebut.” tutupnya, sembari mengingatkan bahwa pada awal bulan September 2026 diawali dengan pra kongres.

(Ayu Asri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *