Kota Mataram, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), adalah sebuah wilayah yang unik. Berada di bagian barat Pulau Lombok, kota ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga menjadi simpul pertemuan dua budaya besar yang hidup berdampingan secara harmonis: budaya Sasak (penduduk asli Lombok) dan budaya Bali.
Bagi siapa saja yang berkunjung, Mataram menawarkan pesona kota yang tenang, kaya sejarah, dan dekat dengan berbagai destinasi wisata alam berkelas dunia.
1. Harmoni Budaya di Jantung Kota
Salah satu daya tarik utama Kota Mataram adalah pembauran budayanya yang sangat terasa di ruang-ruang publik. Di kota ini, Anda bisa menemukan masjid-masjid megah berdiri tidak jauh dari pura-pura bersejarah.
- Pura Meru: Dibangun pada abad ke-18, pura ini merupakan salah satu tempat ibadah umat Hindu tertua dan terbesar di Lombok. Arsitekturnya yang khas dengan meru (atap bertingkat) menjadikannya situs sejarah yang sangat bernilai.
- Taman Mayura: Terletak tepat di seberang Pura Meru, taman ini dulunya merupakan bagian dari kompleks istana kerajaan. Di tengah kolam tamannya terdapat Bale Kambang (paviliun terapung) yang dulunya digunakan sebagai tempat pengadilan dan pertemuan kerajaan.
2. Pusat Wisata Religi dan Landmark Modern
Mataram terus bersolek tanpa meninggalkan identitas religiusnya. Kehadiran Islamic Center NTB di pusat kota telah menjadi icon baru yang mempertegas julukan Lombok sebagai “Pulau Seribu Masjid”.
Landmark Kota: Menara Islamic Center setinggi 99 meter (melambangkan Asmaul Husna) dibuka untuk umum. Dari atas menara ini, wisatawan bisa menikmati pemandangan 360 derajat Kota Mataram, dengan latar belakang Gunung Rinjani di sisi timur dan Selat Lombok di sisi barat.
3. Gerbang Kuliner Pedas yang Menggoda
Tidak lengkap membahas Mataram tanpa menyebut ragam kulinernya. Kota ini adalah surga bagi para pencinta makanan pedas dan kaya rempah. Beberapa kuliner wajib yang berpusat di kota ini antara lain:
- Ayam Taliwang: Ayam kampung muda yang dibakar atau digoreng dengan bumbu cabai rawit, bawang, dan terasi khas Lombok.
- Plecing Kangkung: Kangkung khas Lombok yang memiliki tekstur lebih renyah dan berukuran besar, disajikan dingin dengan sambal tomat pedas-asam dan taburan kacang tanah goreng.
- Sate Rembiga: Sate daging sapi dengan rasa manis, gurih, dan pedas menggigit yang khas dari daerah Rembiga, Mataram.
4. Denyut Ekonomi dan Belanja Oleh-Oleh
Sebagai pusat kota, Mataram menjadi tempat terbaik untuk berburu kerajinan khas Lombok sebelum wisatawan kembali ke daerah asal.
Di kawasan Cakranegara, terdapat pusat perdagangan mutiara air laut dan air tawar berkualitas tinggi yang sudah kesohor hingga ke luar negeri. Selain mutiara, kain tenun ikat khas Sasak (Songket) dan kerajinan gerabah juga menjadi komoditas unggulan yang mudah ditemukan di pasar-pasar seni sekitar kota.
