Aji Kerame itu bagian dari prosesi pernikahan adat Sasak di Lombok. Kalau diurutin, Aji Kerame biasanya muncul setelah tahap merariq dan sebelum nyongkolan.

Nama “Aji Kerame” sendiri artinya kurang lebih “menghormati keramaian” atau “menghormati masyarakat”. Ini momen di mana pengantin laki-laki secara adat “diperkenalkan” ke masyarakat luas, khususnya keluarga besar pihak perempuan.
- Kapan dan Kenapa Dilakukan
Aji Kerame dilakukan setelah pihak laki-laki sudah berhasil membawa kabur calon pengantin perempuan dalam tradisi merariq atau kawin lari. Karena di adat Sasak, merariq itu sah secara adat kalau dilakukan dengan persetujuan diam-diam dari pihak perempuan.
Setelah itu, keluarga laki-laki harus segera “menyelesaikan” secara adat lewat Aji Kerame. Tujuannya buat meredam konflik, minta maaf secara halus, dan mengembalikan nama baik kedua keluarga di mata masyarakat.
- Isi Prosesi Aji Kerame
Prosesi ini mirip negosiasi adat yang penuh simbol:
- Rombongan laki-laki datang ke rumah perempuan bawa seserahan. Isinya biasanya uang adat, kain tenun, hewan sembelihan, beras, dan sirih pinang.
- Ada perwakilan adat dari kedua belah pihak yang berdialog pakai bahasa Sasak halus. Dialognya penuh pantun dan sindiran halus, bukan debat langsung. Ini buat menjaga tegeh-tegeh, yaitu harga diri.
- Penentuan “aji” atau denda adat. Besarnya tergantung status keluarga, jarak, dan kesepakatan. Uang ini bukan jual beli, tapi simbol pertanggungjawaban dan pemulihan hubungan.
- Pernyataan damai. Setelah “aji” diterima, kedua keluarga dianggap sudah damai dan proses bisa lanjut ke akad nikah dan nyongkolan.
- Makna Filosofisnya
Aji Kerame ngajarin 3 hal penting orang Sasak:- Musyawarah > Konflik: Masalah besar diselesaikan lewat dialog adat, bukan kekerasan.
- Harga diri dijaga: Prosesi dilakukan halus biar gak ada yang merasa dipermalukan.
- Gotong royong: Biaya Aji Kerame biasanya patungan keluarga besar pihak laki-laki. Jadi beban dibagi, tanggung jawab juga dibagi.
4. Bedanya dengan Sorong Serah
Sering ketuker, padahal beda:
- Aji Kerame: Diselenggarakan kalau pernikahan diawali dengan merariq. Fungsinya menyelesaikan konflik dan mengesahkan secara adat.
- Sorong Serah: Diselenggarakan kalau pernikahan diawali dengan pinangan biasa. Fungsinya penyerahan resmi sebelum nikah.
Di zaman sekarang, banyak keluarga Sasak yang langsung pakai sorong serah tanpa merariq, biar lebih praktis. Tapi Aji Kerame masih dijalankan di desa-desa adat dan keluarga yang memegang teguh tradisi.

