MAS dan Panitia Kongres Internasional I Bahasa Sasak Bersilaturahmi dengan Gubernur NTB

Erakini.News I Mataram – Majelis Adat Sasak (MAS) bersama Panitia Kongres Internasional I Bahasa Sasak Tahun 2026 melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal, dalam rangka memantapkan persiapan penyelenggaraan Kongres Internasional I Bahasa Sasak Tahun 2026. Pertemuan yang menjadi momentum penting untuk menyampaikan perkembangan persiapan kongres sekaligus hasil pelaksanaan Prakongres ini berlangsung di ruang kerja Gubernur NTB, pada Jum’at (25/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut ketua MAS Dr.Lalu Sajim Sastrawan,M.H yang merupakan pemimpin rombongan MAS dan Panitia Kongres menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan sekaligus melaporkan kesiapan panitia dalam menyelenggarakan Kongres Internasional I Bahasa Sasak yang dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Oktober 2026.
Selain membahas kesiapan pelaksanaan kongres, Ketua MAS juga menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan Prakongres Internasional I Bahasa Sasak yang telah dilaksanakan pada 5 September 2026.
“Kegiatan Prakongres tersebut menjadi tahapan strategis untuk menghimpun berbagai gagasan, pandangan, dan rekomendasi dari para pemangku kepentingan dalam upaya memperkuat posisi bahasa Sasak dalam kehidupan masyarakat dan dunia pendidikan.” ungkap Dr. Lalu Sajim

Sementara itu, Ketua Panitia Kongres Internasional I Bahasa Sasak, Dr. Khairil Anwar, M.Pd., yang akrab disapa Dr. Chae, memaparkan sejumlah hasil penting yang telah dirumuskan dalam Prakongres. Menurutnya, Prakongres telah menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, salah satunya terkait dengan penguatan dan penetapan pengajaran Bahasa Sasak dalam dunia pendidikan.
” Hasil Prakongres selanjutnya akan menjadi salah satu bahan utama dalam pembahasan pada Kongres Internasional I Bahasa Sasak. Dengan demikian, kongres tidak hanya menjadi forum akademik dan kebudayaan, tetapi juga kita harapkan bisa menghasilkan rumusan yang dapat menjadi pijakan dalam pengembangan, perlindungan, dan pengajaran Bahasa Sasak secara berkelanjutan.” papar Dr. Chae
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal menyambut positif kunjungan MAS dan Panitia Kongres. Gubernur menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kerja bersama dalam mempersiapkan Kongres Internasional I Bahasa Sasak serta mendorong agar seluruh rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan secara maksimal.
Gubernur juga menekankan pentingnya menjadikan Kongres Internasional I Bahasa Sasak sebagai momentum strategis untuk memperkuat kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan bahasa dan budaya Sasak.
” Hasil kongres kita harapkan dapat menjadi salah satu pijakan bagi Pemerintah Provinsi NTB serta pemerintah kabupaten/kota dalam merumuskan kebijakan pengajaran Bahasa Sasak di satuan pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.” ungkap Gubernur
Dukungan tersebut menjadi dorongan penting bagi MAS dan Panitia Kongres untuk terus mematangkan persiapan menuju pelaksanaan kongres pada 28–30 Oktober 2026. Kongres diharapkan mampu mempertemukan akademisi, budayawan, tokoh adat, praktisi pendidikan, pemerintah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan arah masa depan Bahasa Sasak.
Dengan mengangkat semangat “Penegasan Bahasa Sasak sebagai Media Pemersatu Suku Sasak”, Kongres Internasional I Bahasa Sasak Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat eksistensi Bahasa Sasak, mendorong pengajarannya di lembaga pendidikan, memperluas pemanfaatannya di ruang publik dan digital, serta memastikan keberlanjutan bahasa dan sastra Sasak sebagai bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat.
Pertemuan antara MAS, Panitia Kongres, dan Gubernur NTB tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat adat, pemerintah, dunia pendidikan, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan Bahasa Sasak agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang (*)
