Gawe Beleq Kawule Midang

Begawe Beleq adalah salah satu tradisi hajatan besar atau syukuran sakral dari Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang syarat akan makna gotong royong dan kekeluargaan.
“Begawe” berarti bekerja atau mengadakan hajatan, sedangkan “Beleq” berarti besar. Begawe Beleq dilakukan sebagai wujud rasa syukur untuk berbagai peristiwa penting seperti pernikahan (merarik), khitanan (nyunatang), syukuran kelahiran bayi (ngurisang), hingga acara kematian.
Begawe Beleq biasanya dilaksanakan oleh perorangan, namun dalam persiapan dan pelaksanaannya selalau melibatkan warga sekitar, kerabat, dan tetangga untuk bergotong royong membantu sejak jauh hari. Mereka bersama-sama menyiapkan logistik seperti beras sayur mayor dan bumbu dapur, memasak hidangan tradisional seperti sayur ares dan daging, hingga mendirikan tenda. Makin besar Gawenya atau acaranya maka makin banyak waktu yang diperlukan dan makin banyak pula orang-orang yang dilibatkan untuk persiapan dan pelaksanaannya. Begawe Beleq bagi kalangan menengah ke atas bisa dilakukan hingga 7 hari 7 malam.
Gawek Beleq yang identik dengan acara Begibung (Makan nasi dan lauq pauk khusus yang disiapkan dalam sbuah nampan besar yang disantap bersama oleh kelompok kecil yang terdiri dari 2 hingga 3 orang), kini sudah jarang kita temui lagi.
Begibung, bisa memupuk rasa kebersamaan dan menumbuhkan rasa solidaritas yang tinggi antar sesame warga. Seiring berjalannya waktu, Begibung sering digantikan dengan Perasmanan, karena Perasmanan dianggapa lebih peraktis. Dalam perasmanan, jarang ditemukan kerjasama dan gotong royong antar warga, karena dalam perasmanan biasanya akan menggunakan jasa Katering dan tidak melibatkan warga dalam persiapan atau pun penyajiannya.
Hal inilah yang kemudian menimbulkan keresahan para tokoh adat dan tokoh masyarakat di Desa Midang, Kec. Gunungsari, Lombok Barat. “Kalo warga sudah tidak mau lagi mengadakan acara Begawe Beleq dengan segala ritualnya seperti Gotong Royong dan Begibung, kami khawatir lambat laun acara tradisi seperti Begawe Beleq akan punah.”jelas H. Taufan Buana, SE, ketua panitia
“Untuk itulah pada tahun 2019 yang lalu, para tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat mengajak para pemuda dan seluruh warga untuk membuat acara Begawe Beleq. Maka semenjak tahun 2019 hinngga saat ini, Begawe Beleq sudah diagendakan sebagai acara tahunan di Desa Midang yang kami laksanakan setiap bulan Muharram sekaligus untuk menyambut dan memeriahkan perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram. Hanya pada tahun 2020 acara sempat ditiadakan karena terhalang Copid 19 waktu itu. Jadi tahun 2026 ini kita melaksanakan Begawe Beleq yang ke -7 dengan tema “Gawe Beleq Kawule Midang”. tambah H. Taufan
AcaraBegawe Belek tahun ini dibuka oleh H. Fauzan Khalid, mantan bupati Lombok Barat yang kini menjadi anggota DPR RI. Dalam pidatonya H. Fauzan Kholid mengungkapkan kekaguman dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Desa Midang yang secara konsisten dan dengan swadaya masyarakat mampu melaksanakan dan melestarikan Tradisi Begawe Beleq hingga 7 kali berturut-turut setiap tahunnya.
“Warga Desa Midang ini sangat luar biasa dan patut diapresiasai, saya berharap semangat warga Desa Midang terutama para kawula mudanya bisa menular ke desa-desa lain di sekitarnya bahkan bisa menular ke seluruh pelosok Lombok, sehingga ke depannya lebih banyak lagi desa-desa yang melaksanakan dan melestarikan tradisi-tradisi seperti Begawe Beleq ini.” ujar H. Fauzan Khalid.
Muhammad Gunawan, penanggung jawab acara mengatakan bahwa acara pembukaan pada tanggal 7 Juni 2026 dimulai dengan acara Pawai Budaya dan Hijratulrasul dimana para peserta pawai menggunakan pakaian adat dan pakaian muslimin muslimah diiringi kesenian Gendang Beleq. “Acara pembukaan juga ditandai dengan dibukanya 26 stand Bazar Kuliner yang menampilkan jajanan traditional khas Lombok. Bazar Kuliner yang bertujuan untuk memberdayakan UMKM masyarakat setempat ini akan terus berlanjut hingga tanggal 28 Juni 2026. Seminggu sebelum acara puncak juga diisi dengan bermacam-macam lomba permainan tradisional, pentas seni dan budaya serta pengajian yang dipimpin oleh TGH. Munajib Kholid, Ketua Pembina Pondok pesantren Al Halimi Kebon Indah, Sesela.” Jelas Gunawan
Satu hari sebelum acara puncak Begawe Beleq, dilaksanakan acara “Belangar Gubuq” dimana semua warga datang berbondong-bondong ke Masjid Baitu Hidayah Dusun Midang untuk mengantar hasil bumi seperti beras, kelapa aneka sayuran dan buah-buahan, aneka bumbu,dan rempah dan lain sebagainya. Hasil bumi yang terkumpul kemudaian diolah bersama untuk disajikan saat acara puncak pada tanggal 1 Muharram.


Acara Belangar Gubuq ini dihadiri juga oleh ibu Hj. Nurul Huda, Wakil Bupati Lombok Barat. Ibu Wakil bupati juga sangat mengapresiasi acara Begawe Beleq ini. “Ini merupakan usaha yang sangat luar biasa yang dilakukan oleh warga masyarakat Desa Midang dalam melestarikan tradisi adat dan budaya kita. Kegiatan Gawe Beleq Kawule Midang ini merupakan kolaborasi antara budaya dan agama serta pemberdayaan masyarakat dalam rangka menyambut dan mermerahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Saya juga sangat terkesan dengan kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat Desa Midang dalam melaksanakan kegiatan ini.” ungkapnya
(Ayu Asri)

