Pengembangan Program Desa Expor, Menuju NTB Makmur Mendunia

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat Program Desa Berdaya “Desa Expor” sebagai salah satu program prioritas dalam mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia. Melalui program yang dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2030, desa-desa didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pengentasan kemiskinan.
Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB menggelar Pelatihan dan Pendampingan Program Desa Berdaya “Desa Ekspor” bekerja sama dengan PT Hindra Soe Consulting (HSC) serta bersinergi dengan Dekranasda Provinsi NTB.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula BKP3ED Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Selama 3 hari mulai tanggal 22 Juli 2026. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, serta dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, S.IP., M.A. Didampingi kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, Aryanti Dwiyani, M.Pd., juga seluruh Pejabat Eselon III.

Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Haryo Pamungkas, Kepala Dinas DPMPD Dukcapil Provinsi NTB Ir. H. Lalu Hamdi, M.Si., perwakilan Bank Syariah Indonesia, Bank NTB Syariah, PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara, Pertamina Patra Niaga, Kantor Bea Cukai Mataram, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Bappeda Provinsi NTB, serta berbagai mitra strategis sebagai bentuk kolaborasi memperkuat ekosistem ekspor bagi pelaku usaha desa.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB H. Lalu Wiranata, S.IP.,M.A menjelaskan bahwa Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan pelaku UKM, IKM, koperasi, dan BUMDesa.
“Sebelum ditetapkan sebagai peserta, kami telah mendata sebanyak 106 pelaku usaha untuk mengikuti proses kurasi, kemudian dipilih 30 peserta terbaik untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan intensif hingga akhir tahun 2026. Hingga bulan Desember nanti kita targetkan minimal 10 % dari 30 peserta tersebut sudah bisa melakukan expor secara mandiri.” jelasnya
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai strategi ekspor, peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, penyusunan dokumen ekspor, hingga pengembangan usaha. Sebagai puncak kegiatan, peserta akan mengikuti business matching pada pada bulan Desember 2026. Dalam business matching tersebut para peserta akan dipertemukan secara langsung dengan buyer potensial untuk membuka peluang ekspor produk unggulan NTB.
“Potensi desa di NTB sangat besar, tugas kita adalah memastikan potensi tersebut tidak berhenti sebagai produk lokal, tetapi mampu berkembang menjadi produk ekspor yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat sekaligus melahirkan eksportir-eksportir baru dari NTB.” Jelasnya
Adapun produk-produk yang masuk dalam Desa Expor diantaranya berupa makanan seperti cokelat, sate, kopi, kacang, kemiri, aneka olahan dari ikan hingga sambal. Sedangkan untuk kerajinan, ada ketak, rotan, gelas kayu, anyaman lidi, tenun dan aneka perhiasan dan asesoris dari mutiatra dan lain-lain.
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB, Dekranasda, Bank Indonesia, perbankan, Bea Cukai, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Program Desa Berdaya “Desa Ekspor” diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa, meningkatkan daya saing produk unggulan daerah, serta melahirkan lebih banyak eksportir baru sebagai bagian dari upaya mewujudkan NTB Makmur Mendunia.
(Ayu Asri)
